Hidup Bahagia di Pesantren

Hidup bahagia dipesantren.

Kehidupan dipesantren mungkin banyak orang mnganggap Pesantren itu sama dengan penjara, tapi sebenernya hidup di Pesantren itu indah, karena hidup di Pesantren adalah sebuah awal hidup bahagia dengan rasa kebersamaan dan, memulai untuk memahami warna kehidupan.

Karena di dalam Pesantren semua orang berbeda karena asal juga berbeda dan sifat satu sama lain berbeda, warna kulit berbeda, gaya rambut berbeda, jadi banyak hal yang berbeda di pesantren dari lika-liku  hidup seseorang sampai bentuk  postur tubuh dan cara berbicara khas masing-masing.

Dari perbedaan itulah kami mulai saling memahami dan mengisi kekurangan satu sama dan SHARING berbagai kehidupan yang masing-masing yang berada di temapt dan linkungan asal mereka, kami juga sering berbagi pengalaman yang kami alami. ada juga dalam kisah penulis di persahabatan sejati.

Dan  juga sering berbicara bagaimana tempat asal kami, dari Sering berbicara dan bercerita dari situ kami mulai tahu bagaimana seseorang yang adadi sekitar, dan kami juga mulai memahami kehidupan dalam kebersamaan.

Karena hidup didalam Pesantren itu dipenuhi dengan kebersama-samaan,  bahagia, sengsara dan, makan kami bersama dalam satu wadah, tidur satu atap sholat satu masjid belajar satu meja. Pokoknya didalam Pesantren penuh dengan kebersamaan.

Yang dulu  awal-awal masuk kami  pendiam kemudian sudah lama dan sudah saling mengenal  kemudian sekarang kami dapat mengetahui bahwa hal dan dapat merasakan, mengerti apa arti kebersamaan itu.Hidup di Pesantren

Dan sekarang kami tahu bahwa hidup di Pesantren ialah awal mula dari hidup yang akan kami tempuh di kemudian hari dan seterusnya. Karena dari Pesantren kami mulai tahu apa  yang seharusnya kami lakukan, jika berada di tengah masyarakat.

Jadi kami tidak terlalu kaget jika suatu saat harus hidup sendiri tidak ada saudara yang berada di dekat kita. Karena  suatu saat kita akan hidup sendiri dan tidak selalu bergantung pada saudara, karena kita  harus mengejar sesuatu yang kita impikan dengan kemampuan yang kita miliki dan tidak bergantung pada saudara terus.

Memang mungkin awal  masuk pesantren merasa tidak enak karena kita belum punya teman dekat atau teman ngobrol, tapi kalau sudah lama dan mempunyai banyak teman ngobrol pasti kita akan merasakan betapa enaknya hidup di Pesantren.

Saya akan memberi suatu kisah saya di Pesantren.

Awal masuk pesantren

Awal masuk pesantren saya merasa bingung karena belum tahu struktur kehidupan di Pesantren, jujur saya merasa nggak kerasan dan pengenya pulang aja. Padahal di Pesantren situ banyak sekali kenalan yang sudah lama aku kenal.

Saat itu aku NYANTRI di Pasuruan, awal aku datang pesantren sepi belum ada yang datang tidak begitu lama mulai datang santri lain yang ternyata juga santri baru dan lama-lama banyak yang datang kebanyakan santri datang waktu siang.

Setelah pendaftaran selesai dan para orang tua sudah pulang dan para santri lama berkumpul dengan teman dekat dan teman ngobrol dan para santri baru banyak yang terlihat sedih dan bingung apa yang harus mereka lakukan.

Waktu sorepun tiba kami para santri entah santri baru dan lama mereka mulai merapikan tempat baju masing-masing. Dan jika dilihat santri baru penataan pakaian acak-acakan berbeda dengan santri lama,mungkin santri lama penataaan pakaian sangat bagus.

Mungkin karena mereka sudah lama tinggal di Pesantren jadi mereka sudah tahu lika-liku hidup di pesantren.

Waktu magrhib datang kami para santri berangkat ke masjid yang berada dekat dengan asrama santri putra. Saat seusai sholat magrhib kami ada kumpul di Masjid untuk pengarahan dari pengurus Pesantren untuk santri baru.

Di Masjid itu tempat kumpul para santri entah santri putra dan santri putri jika ada acara kumpul yang di beri tahu pengurus maka semua kumpul di masjid yang biasa di buat sholat para santri putra dan para guru, para santri putri sholat di masjid lantai atas.

Setelah acara pengarahan yang selesai saat dikumandangkan adzan isya` ,seusai sholat isya` para santri kembali ke asrama masing-masing. Saat para santri kembali  ke asrama dan tahu struktur pesantren kami  santri baru mulai bercakapan dengan santri yang senior.

Saat sudah beberapa hari tinggal di pesantren dan kami para santri baru udah mulai aktif dan mulai punya banyak teman, sudah bergaul dengan para senior dan mulai menjalani hidup di Pesantren kami mulai mempunyai teman ngobrol  karena terlalu dekatnya diantara kami ada yang sama motiv bajunya.

baju sama wajah beda

Dan kami mulai mempunyai teman-temain dekat yang sering main bersama-sama, dan kami mulai bermain dengan teman-teman yang lain, walaupun kami punya temen yang deket dan temen ngobrol sendiri tapi itu tidak membuat kita tidak bermain dengan teman lain.

Dan setelah beberapa hari di Pesantren pengumuman masuk sekolah akhirnya di umumkan, dan saat pengumuman masuk sekolah itu diberi tahukan kami para santri junior masih belum siap, mungkin karena kami maih kekanak-kanakan.

Padahal waktu itu sedang asyik-asyiknya kami dengan teman baru jadi kami agak belum siap akrena waktu itu dekat-dekatnya juga kami dengan teman. Meskipun belum siap untuk mulai sekolah tapi kamitetap bersemangat untuk menyiapkan persiapan sekolah besok.

Awal masuk sekolah

Hari  mauk sekolahpun tiba, waktu itu tempat sekolah atau kelas kami berada di area santri putri jadi waktu masuk area santri putri kami saling dorong-dorongan untuk masuk area santri putri, tapi akhirnya ada salah satu temen yang mau dahuluin masuk jadi ikut masuk.

Entah apa yang membuat temen-temen itu malu, dan saat di kelas kami tahu kalau kami sekolah sama anak putri juga jadi kami satu kelas putra sama putri, dan waktu itu jumlah kami empat puluh satu.

Saat  didalam kelas karena kami masih belum tahu mata pelajaran dan bagaimana materi yang akan disampaikan, jadi kami sangat ramai didalam kelas ada yang lihat anak putri ada yang cerita sendiri dan, ada yang tiduran dalam kelas karena waktu itu guru belum datang.

Jadi kami didalam kelas main sendiri, dan sekira kami sudah nunggu lama kedatangan guruyang belum datang juga, aku dan sebagian temanku memutuskan untuk kembali ke asrama ternyata saat sudah didepan kelas temen-temen yang lain ikut pulang ke asrama.

Saat sudah agak lama diasrama ada salah satu kakak kelas beri tahu kami untuk segera persiaapan sekolah karena ada guru yang mau masuk mengisi kelas, langsung kami yang sebelumnya santai-santai langsung menjadi bingung karena cepet-cepet persiapan sekolah.

Nah!! Disaat kami sudah berangkat dan masuk kelas ternyata ada salah satu dri teman kami yang belum masuk, jadi kami di suruh untuk mencarinya dan kami anak semua anak putrapun keluar saat dicari ternyata dia ada di kebun sedang tidur di gubuk.

Lalu kamipun membangunkannya dan ada sisi lucunya saat kami bangunin dia, karena waktu dibangunin dia malah ngigo, dan serentak kamipun tertawa dan dia jadi malu, dan kamipun kembali ke kelas sama dia.

Saat mau masuk kelas dia temen kami yang ketiduran digubuk itu malu-malu masuk ke kelas,karena ada bebeapa anak putri yang keengeran nahan ketawa, dan setelah kami semua duduk dan guru sudah datang pelajaranpun dimulai.

Rasa nyaman di Pesantren

Akhirnya setelah beberapa hari dan minggu berada di pesantren kami sudah mengerti bahwa Pesantren tidak seperti apa yang di bicarakan orang kalau peantren itu adalah penjara, bahkan kami merasa kalau peantren adalah sebuah taman yang indah.

Di pesantrenlah kami mulai merasakan kebahagiaan  dan kebersamaan, karena kami telah merakan susah payah, enak bahagia dengan bersama, dan mempuyai teman gokil yang  dapat menghibur kita.

sahabat gokil

kami tidak hanya punya teman atau sahabat, akan tetapi kami juga punya para guru yang sabar mendidik kami dari awal kami idak bisa apa-apa sampai menjadi orang yang hebat, beliau-beliau adalah guru yang sabar, ikhlas, dan para guru yang sayang kepada kami semua.

guru tercinta

Terakhir

Nah guys!!! Perlu kalian ketahui bahwa seberapa kenyamanan kalian di pesantren itu tergantun kalian menjadikan hidup kalian di Pesantren senyaman mungkin, dan jika ada seseorang yang telah lulus dari pesantren dan dia berkata bahwa di Pesantren itu gak enak.

Berarti guys!! Memang dianya menjadikan hidup di Pesantren nggaak enak, karena waktu di pesantren itu adalah waktu  yang akan menjadikan sesosok diri kita yang sebenarnya, pesantren akan membongkar jati diri kita.

Dan seberapa cepat kalian menemukan jati diri kalian yang sebenarnya, dan menjadikan diri kalain sebaik mungkin karena di pesantren itu diri kalian sendirilah yang akan membemntuk ke pribadian kalian sendiri

Jadi jika kalian ingin hidup kalian di pesantren itu sangat bermakna maka kalian harus berusaha mencari cara untuk dapat menjadi hidup di pesantren itu menjadi bermakna. Jika hidup kalian didalam pesantren hanya penuh dengan kepesimisan maka kamu akan merasakan hidup di Pesantren itu seperti  penjara.

Jadi guys!! Penuhi hidup kalian dengan motivasi, supaya kita akan terus optimis dalam menjalankan semua hal yang ada di Pesantren, dan tidak akan mudah menyerah dalam melawan rintangan yang ada.

Jadikan rintangan itu sebagai hal yang mudah, karena lari dari masalah itu tidak akan menyelesaikan masalah itu malah akan membuat rumit masalah itu seperti yanag tertulis pada katabijakbagus.com

 

Add Comment