serunya mendaki Gunung

Keseruan Mendaki

Tahu kalian bagaimana rasanya mendaki gunung, mungkin ada yang bilang bahwa ndaki  ke gunung itu buat tubuh capek ajha, tapi yang sebenarnya naik gunung itu asyik dan seru.

Kenapa bisa kayak gitu??

Karena jika tahu sendiri bagaimana rasanya naik gunung itu, pasti kalau yang suka dengan alam  ngomongnya seru dan menyenangkan, pecinta alam akan bicara kayak gitu karena  mereka akan merasakan udara yang segar dan indahnya pemnadangan.

Apalagi kalau sudah di puncak!!…kita akan melihat indahnya sunrise  dari atas gunung itu dan ngelihat pemandangan alam yang ada di bawah gunung, pasti takjub dengan semua ini.

Emang apanya yang seru dari mendaki Gunung??

Yang seru dari naik gunung ialah saat perjalanan dari start  menuju kepuncak gunungnya, apalagi kalau naik gunung bareng sama orang yang deket sama kita misal teman, sahabat, dan sanak saudara kita.

Kalau naiknya dengan orang yang terdekat dengan kita pasti melewati rintangaan yang ada waktu diperjalanan jadi mudah, karena perjalanan itu yang merasakan bersama susah dan bahagia, suit dan mudahnya jalan yang dilalui.

Mungkin bagi saya sendiri tidak ada yang susah waktu nanjak ke gunung asal kita jalanya bersama.

Emang apanya yang bisa buat kita seru??

Yang buat nanjak seru itu saat perjalanan, kan ketika kita perjalanan dari start  ke puncak pasti ada rintangan itulah yang buat kita para pendaki atau penanjak menjadi tertantang dan menghibur.

Kisah penulis

Dulu saat kelas dua SMA, saya dengan  teman-teman sekelas mebuat rencana untuk nanjak ke gunung waktu liburan habis lebaran, dan saat kami sudah setuju untuk berangkat nanjak ke gunung Lawu. Dari situ semua kita persiapkan dari segi perlengkapan serta yang lain.

diskusi

Ketika disekolahan kami kumpul untuk membahas rencana liburan habis lebaran itu, saat semua sudah ngumpul, acara dimulai yang pertama kami memulai membahas transportasi karena saat itu gunung lawu dekat dengan rumah saya.

Taatkala membahas tentang transportasi semua setuju untuk nyewa di Madiun, kami menyewa transportasi karena rumah temen-temenku jauh dari Lawu hanya aku yang deket, setelah membahas transportasi kami membahas tentang tempat istirahat atau pos.

Saat kami sudah selesai merundingkan masalah transportasi , terus beralih kepos yang akan dibuat istirahat karena rumahku sejalur ke gunung dan paling dekat jaraknya sama gunung akhirnya rumahkulah yang jadi pos.

Dan   hari yang ditunggu-tunggu  sudah dekat saat dekat-dekat sama hari  H, aku nyebarin  tentang barang apa saja yang harus dibawa ke Gunung. Dan hari yang di tunggu tiba meski sedikit molor dengan waktu yang udah di sepakati.

Karena waktu di sekolahan semua sepakat ngumpul di terminal sebelum dhuhur tapi mereka ngumpul sesudah dhuhur itu juga mereka dapat bisnya lama, jadi yanag benernya sampai rumahku jam enam sore molor jadi jam delapan.

Apalagi waktu perjalanan ke rumahku temanku ada yang mabuk perjalanan, sampai dirumahku ya langsung  istirahat sama tidur dan yang belum sholaat isyak mereeka sholat dulu.

saat itu ternyata banyak temen yang nggak tidur, waktu temen-temen ku ada yang nggak tidur aku langsung tanya ke dia masalah peralatan untuk nanjak ternyata saat ku tanya, dia bawa nggak lengkap.

jalan-jalan di Desa

nah keeokan harinya aku ngajak teman-temanku jalan-jalan keliling daerah tempat tinggalku, dan waktu itu masih pagi banget jadi enggakt erlalu panas.

aku ngajak mereka pertama melewati sawah yang ada didaerahku, setelah lewat daerah persawahan kami langsung jalan kejalan aspal, karena lelah kami istirahat sebentar di masjid.

setelah rasa capek kami sudah hilang langsung melanjutkan prjalanan pulang kerumahku, sampaidi rumah aku baru ingat tentang perlengkapan  untuk naik Gunung, langsung saja aku tanya kepada temen-temenku ternyata teman-teman banyak yang nggak lengkap.

dan akhirnya aku minta kakakku untuk beli perlengkapan yang kurang, dan diantaranya perlengkapan yang kurang ialah senter, sarung tangan,dan mantel.

kakakku langsung keluar untuk beli perlengkapan, sambil menunggu kakakku datang kami mempersiapkan barang yang harus dipersiapkan, karena jika kita mau naik Gunung sebisa mungkin kita meminimalisir barang bawahan yang nggak penting ditinggalkan di rumahku.

kakakkupun tiba akhirnya barang -barang itu di bagikan kepada temen yang belum lengkap, setelah itu kami menunggu datangnya transportasi, ketika sudah di tunggu lama ternyata trevel yang kami tunggu datangnya sehabis jum`atan.

sesutu hal yang membosankan

akhirnya kami santai-santai dulu, sampai waktu jumatan kami langsung berangkat jumatan. seusai jum`atan kami kembali pulang dan nunggu trevel, tak lama tervel datang dengan bersama sebelum berangkat ke Lawu kami makan siang bersama-sama.

menuju Lawu

setelah makan kami membawa barang-barang naik ke trevel, tidak lupa juga kami membawa bekal makan untuk disana, setelah semua barang dimasukan ke trevel kamipun berangkat menuju Lawu.

perjalanan sangat kami nikmati hingga sampai di gunung Lawu saat kami sudah masuk kawasan Gunung lawu udara sangat sejuk ketika semakin ke atas udara juga semakin dingin, pemandangan juga sangat indah, kami dapat melihat kebun-kebun strowberi, kamijuga dapat melihat Telaga Sarangan dari atas.

sampai pintu masuk pendakian

akhirnyaa sampailah kita di pos pendakian ke Gunung Lawu. kami tiba di pintu nasuk pendakian Cmoro Sewu, sebelum masuk kami bertemu dan berkenalan dengan rombingan dari Jawa Tengah yang ternyata mereka satu rekan dalam mendaki ke ppuncak Gunung Lawu.

setelah berkenalan kami membagikan bekal kepada semua rekan untuk stamina awal, ketika sudah dibagikan ternyata bekal tersisa, kami anak-anak dari Jawa Timur bingung mau di apakan makanan ini, dan akhirnya saya punya inisiativ untuk bawa sebagian makanan itu ke atas buat stamina di pertengahan jalan.

kamipun menuju  pintu masuk tarif masuk pendakian 10.000 rupiah dan tatkala semua rekan sudah masuk, kami berkumpul untuk berdo a bersama yang mana tatkala itu doa dipimpin rekn dari Jawa Tengah, seelah doa selesai dilanjutkan pembagian kelompok.

kelompok terbagi menjadi tiga. kami anak-anak dari Jawa Timur jadi satu regu dan yang dari Jawa Tengah jadi dua regu karena jumlah mereka yang banyak, setelah kelompok di bagi kamipun berjalan, rekan dari Jawa Tengah semua di depan sedangkan kami dibelakang.

saat perjalanan dimulai kami menikmati indahnya alam yang sejuk dan setelah beberapa lama berjalan tenaga kami habis (maklum kami baru pemula), akhirnya bekal yang tersisa  tadi kami keluarkan, karena yang paling capek saya sebab waktu di bawah aku belum makan. jadi aku yang lapar duluan.

setelah seusai makan kami melanjutkan perjalanan, ketika di perjalanan kami berpapasan dengan para pendaki yang lain, ada yang turun dan ada yang baru naik seperti kami, ketika kami saling berpapasan dengan para pendaki lain kita saling menyapa.

disitulah kami merasakan enaknya ndaki bersama dengan orang banyak, bisa saling menyapa.

dan saat kami sudah lama berjalan tanpa kami sadari hujan turn meski hujan turun tidak terlalu deras tapi cukup membuat dingin sekali, kami berhenti untuk memakai mantel setelah selesai memakai mantel perjalanan kami lanjutkan.

kondisi yang menjengkelkan.

tidak lama kami melanjutkan perjalanan hujan mereda, kami melepas mantel, setelah melepas mantel kami melanjutkan perjalanan tak lama melanjutkan perjalanan hujan kembali turun kamipun memakai mantel kembali, suasana seperti ini beberapakali terulang sampai hujan terus turun meski gerimis.

awal dari keseruan

ketika sudah lama berjalan tidak terasa hari semakin  larut, kami mulai menghidupkan lampu senter yang jumlahnya terbatas karena teman-teman saya banyak yang tidak membawa. haripun semakin larut jalan semakin tidak terlihat dengan minimnya  jumlah senter kami membaginya, karena jumlah senter hanya lima kami membagi yang pertama senter yang hidup tiga kalau sudah habis batreynya baru di ganti.

dengan jumlah senter yang minim itu kami berjalan berhati-hati diwaktu-waktu itulah kami mersakan serunya mendaki, malampun semakin larut tiba-tiba salah satu rekan kami dari Jawa Tengah kesusahan bernafas kamipun menghentikan perjalanan sambil menunggu tiga rekan kami  dari Jawa Tengah.

saat-saat menegangkan

saat itulah kami merasakan hal aneh dari saat saya dan teman-teman sekelas saya berfoto itu gambar nampak normal, dan taatkala mengambil foto kakak saya ketika di kamera gambar nampak normal saat dilihat hasilnya gambar kakak saya tertutup kabut.

padahal kami melihat waktu itu tidak terlihat kabut berada disekitar area foto kakak saya, akhirnya saya ,kakak saya dan teamn sekelas merahasiakanya dulu dari rekan Jateng (Jawa Tengah). dan taklama setelah kejadian itu telinga diantara rekan kami mendengar lolongan anjing.

akan tetapi yang mendengar tidak semua teman hanya beberapa dari teman-teman kami, akhirnya karena waktu emakain larut aku memutuskan berjalan di belakang dengan dua temanku yang lain ditemani juga kakak saya.

setelah melewati hal-hal yang seperti itu tiba-tiba hujan turun dengan deras beserta angin yang cukup kencang, tapi syukur saat itu kami sudah dekat dengan pos ketiga, kamipun berteduh disitu, ketika kami tiba di pos ketiga ada sesuatu yang membuat kami agak riih sedikit emosi.

karena di dalam pos itu ada dua tenda yang hampir memenuhi ruang pos, tapi itu tidak terlalu kami buat masalah yang penting sudah  dapat berteduh. taklama kemudian para pendaki lain tiba kami sedikit merasa kasihan dengan para pendaki yang lain karena tidak dapat berteduh.

saat yang menakjubkan

diantara mereka ada yang membuat tenda di luar pos ada yang nekat ngelanjutin, ada yang membuatku salut yaitu diantara para pendaki ada yang wanita berjilbab dan berpakaian panjang.

setelah lama kami menunggu, hujan tidak reda-reda hujan emakin deras dan angin semakain kencang disertai kilat, kami sedikit kesulitan mencari tempat istirahat karena di dalam pos sudah di penuhi dua tenda, karena hujan yang semakin menjadi kami semua sangat kedinginan.

ada beberapa yang hampir putus asa, tapi yang lain memberi semangat dan menjadikan putus asa tiu hilang karena kami sudah berada ditengah  Gunung kalau kami kembali turun itu sangat rugi karena kami sudah berada disitu.banyak dari teman saya sekelas tidur dengan duduk ada yang jongkok juga.

nah!! saat seperti itu ada teman saya yang diam-diam disamping saya itu jahit sandalnya yang hampir putus, dalam hati pingin membantu karena mata inignya tidur akhirnya say tertidur dalam ke adaan duduk.

tidak kerasa waktu sudah sangat malam hujanpun sudah reda kami dibangunkan semua untuk melanjutkan perjalanan, sebelum melanjutkan perjalanan kami sholat isya` dulu, sholat di bagi, karena saya di kloter terakhir dan yidak dapat barisan saya menunggu semua selesai sholat.

saat saya sholat sendiri saya merasakan dingin yanng sangat sampai hidung saya susah untuk menghirup karena sudah beku air keluar dari hidung terus menerus sampai saya usai sholat. setelah saya usai sholat kami memulai perjalanan lagi.

arti dari peduli

karena hawa yang semakin lama semakin dingin saya dan teman-teman sulit berjalan, karena ada rekan kami dari jateng yang dia juga sama sulit untuk berjalan yan gsuadah sakit dari tadi, kamipun terbantu dengan langkah yang sama, kami sedikit-edikit berhenti menunggu rekan  kami dari jateng.

tiba di peristirahatan terakhir

dan lama-lama perjalanan tidak terasa kami sudah sampai pos kelima yang mana disinilah banyak tempat persinggahan yang seperti warung yang dikenal dengan “MBOKYEM”. kamipun berhenti dan beristirahat disitu.

kamipun masuk diantara teman kami ada yang memasak mie instan, dan disitu ada kejadian yang lumayan lucu, saat ada teman-teman saya ada yang mau buat mie instan kompor tabungnya terbakar dan mereka kaget sampai marah-marah sampai nyalahin teman yang nggak ikut masak.

setelah kami melihat teman yang heboh sendiri dengan kompornya kami  meneruskan niat kami untuk tidur, setelah tidur kami di bangunkan untuk sholat shubuh, saat sholat subuh kami agak sedikit terlambat, tapi kamipun setelah sholat meneruskan perjalanan.

saat kami meneruskan perjalanan sinar matahari sudah sedikit terlihat dengan bergegas kami menuju puncak Lawu, saat puncak sudah sedikit lagi saya sangat bergegas segera sampai puncak, dan akhirnya saya dari angkatan ke-enam podok pesantren al-islam darussalam pasuruan yang pertama kali menginjakan kaki di puncak Gunung Lawu

setelah sampai puncak kami mengambil semua pelajaran dari perjalanan dari start ke puncak yaitu;

“kebersamaan itu indah saat di jalani dan indah saat kenanganya di ingat”yang di kutip dari http://kitabijak.com

DENGAN KEBERSAMAAN ITULAH KAMI DAPAT BERHASIL DAN MELEWATI RINTANGAN YANG ADA

KEBERSAMAAN JUGA MEMBUAT SEMUA MASALAH MENJADI MUDAH TERSELESAIKAN

DENGAN KEBERSAMAAN SUATU YANG BESAR DAPAT DITAHKLUKAN

anda juga bisa baca di pesona gunung Lawu

 

 

No Responses

Add Comment